Puisi tentang lingkungan
ALAMKU BERBICARA
Pertiwi kini berduka, Pertiwi kini berteriak, Memangil, mencari, Dimana manusia berada???
Pertiwi berkata Masih adakah manusia yang akan melayaniku??? Kutumpahkan lahar di Jogja,
Kuberi air bah untuk Mentawai, Kudatangkan banjir untuk Wasior, Dab kubuat Jakarta tenggelam,
Hutanku, kekayaanku,Telah kau rampas dengan paksa, Kau curi seluruh isi perutku«
Aku hanya ingin kau lindungi agar ku dapat bertahan, Dan dapat memberikan nafas kehidupan untuk mu manusia Lindungi aku, dan jangan rampas hak milikku
Aku menangis karena kau sakiti, Dan kau menangis setelah aku tumpahkan isi perutku
NOSTALGIA NEGERI SAMPAH
aku tak lagi heran
nusantara ini dipenuhi lautan sampahdisana-sini sering aku memandanginyakotoran-kotoran manusia yang sejak lama telah ada
untunglah, masih masih ada mereka mereka sudi memilih dan memilah kotoran-kotoran itubiarkan saja«isi perut mereka adalah hasil jerih payahnya
HUJAN
Hujan turun deras menjelang bulan sebelas Menyirami halaman depan yang selama ini gersang Rerumputannya kembali tumbuh hijauYang dulu meranggas dimusim kemerau
Kali kecil naik sampai pinggang Bau tanah basah menguap dari kebun belakang
Aroma pagi terasa hingga siang Suasana hati sejuk riang
Lelah luluh tak tunggu larut wajah ± wajah pulas tak berkerut
seakan hilang semua kemelut seakan hidup tanpa maut
AKU DAN BANGAU
Air danau nan tenang
Nyaris beku oleh dinginnya musim
Kala bangau menari diatasnya
Menari bagi sang kekasihnya
Aku berdiri di tepi danau itu
Menikmati indahnya salju yang turun